Home » Balapan Selesai Lebih Awal bagi Ilham Rizky: Gugur di Final RBT Latbar Seminai

Balapan Selesai Lebih Awal bagi Ilham Rizky: Gugur di Final RBT Latbar Seminai

IMG_20251229_140116

UNGKAPPUBLIK.COM Kerinci Kanan, 28 Desember 2025 — Babak final Latihan Bersama (Latbar) Motor Cross, puncak acara peringatan HUT ke-34 Kampung Seminai dan Bulan Bakti Transmigrasi ke-75, Sabtu (27/12/2025), diwarnai euforia sekaligus kekecewaan. Dua pembalap andalan harus merasakan pilu setelah perjuangan panjang mereka terhenti di saat-saat penentu.

Pada kelas RBT, Ilham Rizky tampil gemilang sejak kualifikasi. Penguasaan trek dan aksi agresifnya membawanya dengan mulus ke babak final. Namun, di lap penentu, harapannya untuk naik podium sirna seketika. Motor yang dikendarainya mengalami gangguan teknis mendadak di trek lurus menanjak, memaksanya menghentikan laju dan mundur dari persaingan. “Kami sudah mempersiapkan semuanya secara maksimal. Ini adalah risiko dalam olahraga. Yang terpenting, semangatnya tidak boleh padam,” ujar salah seorang mekanik pendukung tim Ilham Rizky, dengan nada kecewa yang masih menyisakan kebanggaan.

Mhd. James, perwakilan penyelenggara dari Tim Squad RBT Kerinci Kanan, menyoroti sisi pembelajaran dari peristiwa tersebut. “Latbar ini bukan sekadar mencari yang tercepat, tetapi juga menguji ketangguhan mental. Ilham sudah menunjukkan jiwa pejuang sejati. Gugur di final bukanlah akhir, melainkan awal untuk bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Antusiasme penonton yang memadati area lintasan tidak luntur oleh kisah keguguran tersebut. Sorak-sorai dan dukungan tetap menggema untuk setiap rider yang melanjutkan perlombaan, mencerminkan solidaritas yang erat dalam komunitas motor cross Kerinci Kanan.

Gelaran Latbar Motor Cross kali ini membuktikan bahwa di atas lintasan, baik kemenangan maupun kegagalan sama-sama menghadirkan pelajaran yang berharga. Perjuangan Ilham Rizky hingga detik-detik akhir telah menjadi teladan tentang dedikasi dan ketahanan mental, mengukuhkan esensi sejati olahraga motor: bahwa yang terpenting bukan hanya menjadi pemenang, tetapi memiliki hati seorang pejuang yang pantang menyerah.