Home » Audiensi di Kantor SKK Migas, DPRD Siak Soroti Anjloknya Produksi Minyak PT Bumi Siak Pusako

Audiensi di Kantor SKK Migas, DPRD Siak Soroti Anjloknya Produksi Minyak PT Bumi Siak Pusako

IMG-20260213-WA0017

UNGKAPPUBLIK.COM (Jakarta) – Pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Siak menggelar audiensi dengan SKK Migas serta Direktorat Jenderal Migas di Gedung SKK Migas lantai 36, ruang Mercury Removal, guna membahas penurunan produksi minyak pada PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang dinilai semakin signifikan sejak 2024 hingga awal 2026.(Kamis tgl 12/02/2026)

Penurunan produksi tersebut disebut terjadi berulang dan menyebabkan ketidakstabilan output minyak. Sejumlah faktor teknis menjadi penyebab utama, di antaranya kebocoran pipa yang terus terjadi, pembekuan minyak (congeal), korosi pada pipa tua, serta tekanan tinggi (high pressure) yang memaksa distribusi dialihkan melalui sistem trucking dan barging.

Masalah krusial bahkan terjadi sejak Maret 2024, ketika kebocoran pipa jalur GS Zamrud–GS Minas menyebabkan produksi turun drastis dari sekitar 8.000 barel per hari menjadi 2.000 barel per hari. Selain itu, pembekuan minyak akibat korosi pipa tua yang berlangsung hingga 2025 disebut telah menyebabkan kerugian daerah mencapai Rp238 miliar sepanjang 2024.

Kebocoran pipa juga tercatat terjadi di sejumlah titik antara Januari hingga Maret 2025. Proses perbaikan yang memakan waktu berbulan-bulan berdampak pada penghentian produksi sementara di beberapa fasilitas.

Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan, menegaskan kondisi produksi yang tidak andal berpotensi menghilangkan ribuan barel minyak sekaligus memengaruhi lifting nasional dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

Produksi yang tidak stabil tentu berdampak besar terhadap penerimaan daerah. Biaya operasional juga melonjak karena distribusi harus melalui trucking atau barging,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi perekonomian daerah apabila BSP tidak segera melakukan langkah pemulihan melalui evaluasi manajemen serta peningkatan efisiensi operasional.

Menurutnya, persoalan perawatan pipa menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani secara serius, mengingat banyak jaringan distribusi yang sudah berumur dan rentan bocor. Sementara itu, penggunaan pengangkutan manual melalui truk tangki dinilai hanya solusi sementara untuk menjaga stabilitas produksi.

Politisi muda dari Partai Golkar itu menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh agar BUMD energi tersebut dapat kembali optimal dan tidak menjadi beban fiskal daerah, Tutup politisi muda Golkar.***